Bacajuga: Tempat wisata populer di Dieng. Ketinggian rata-rata untuk Dataran Tinggi Dieng adalah 2.000 meter di atas permukaan laut. Dengan suhu udara berkisar antara 6 0 sampai 12 0 pada malam hari dan pada siang hari, suhu udara berkisar antara 12 0 sampai 20 0. Potensi Pertanian Di Dataran Tinggi Dieng Misalnyawarna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Salah satu faktor pendorong terjadinya hubungan sosial adalah A. manusia tidak bisa hidup sendiri B. persaingan hidup yang Diengmerupakan Sebuah Dataran Tinggi dengan ketinggian lebih dari 2095 mdpl dan konon merupakan dataran tinggi berpenghuni yang menduduki posisi ke Dua tertinggi di Dunia setelah tibet. Tidak heran jika suhu udara di Dieng cenderung dingin, antara 12 - 15 derajat celcius bahkan di musim-musim tertentu bisa sampai -4 derajat celcius hingga DataranTinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng memiliki Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.090 meter di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Umumnya fenomena ini terjadi pada daerah-daerah dataran tinggi, seperti Semeru dan Dieng, seperti yang tergambar dalam unggahan Ganjar. Peristiwa ini dinamai upas karena di balik keunikannya, embun ini sebenarnya cukup berbahaya. Apabila merujuk pada KBBI, upas berarti racun dari pohon upas. Bukan tanpa alasan peristiwa ini dinamai upas. LegendaGunung Dieng tidak dapat dilepaskan dari sebuah legenda tentang misteri anak bajang, yaitu anak-anak yang memiliki rambut gimbal. Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar Gunung Dieng adalah dimana anak bajang yang memiliki rambut gimbal tersebut merupakan titisan dari Kyai Kaladete yang dikenal sebagai seorang yang memiliki kesaktian dan selalu membela masyarakat kecil yang hidup Informasisumber daya lokal yang diperoleh pada usahatani sayuran dataran tinggi di dataran tinggi dieng meliput: 1). sumber daya alam, sumberdaya ini meliputi lahan tanam dengan jenis tanah dan lingkungan alam yang sesuai untuk usahatani sayuran dataran tinggi; 2). Sumberdaya manusia meliputi sikap petani yang mendukung v4M1LN. Dataran tinggi Dieng atau Plato Dieng adalah sebuah wilayah di pusat Jawa Tengah yang memiliki ciri geologi, sejarah, dan pertanian yang dinilai khas.[oleh siapa?] Dataran ini diapit oleh jajaran perbukitan di sisi utara dan selatannya, yang berasal dari aktivitas vulkanik yang sama dan disebut Pegunungan Dieng. Pegunungan Dieng sendiri secara geografis berada di antara kompleks Puncak Rogojembangan di sebelah barat dan pasangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di sisi timurnya. Secara kasar dapat dikatakan bahwa wilayah Dataran tinggi Dieng menempati kawasan berukuran lebar utara–selatan 4–6 km dan panjang barat–timur 11 km.[1] Dieng saat matahari terbit Secara administrasi, dataran tinggi Dieng berada dalam wilayah Kecamatan Batur dan sebagian Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dan bagian selatan dari Desa Pranten, Bawang, Kabupaten Batang, dengan inti kawasan wisata berada pada wilayah Desa Dieng Kulon di Banjarnegara dan Desa Dieng "Dieng Wetan" di Wonosobo. Ketinggian dataran berada pada 1600 sampai 2100 mdpl dengan arah aliran permukaan ke barat daya,[1] menuju ke lembah Sungai Serayu. Dengan suhu udara berkisar 12–20 °C di siang hari dan 6–10 °C di malam hari, meskipun pada musim kemarau Juli dan Agustus, suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari, iklim di dataran tinggi Dieng termasuk iklim subtropis dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas "embun racun" karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Meskipun cukup terpencil, dataran tinggi Dieng telah lama menjadi kawasan pemukiman. Sejumlah bangunan peninggalan abad ke-8 masih dapat ditemukan, baik dalam keadaan masih berdiri ataupun telah menjadi reruntuhan. Diperkirakan, bangunan-bangunan ini berasal dari masa Mataram Kuno awal. Terdapat indikasi bahwa penduduk kawasan ini berada pada pengaruh Kerajaan Sunda Galuh kuno sebelum kemudian dikuasai Medang.[butuh rujukan] Pertanian di Dieng menjadi sumber mata pencaharian utama penduduk. Penanaman sayur-mayur khas pegunungan menjadi aktivitas utama, seperti kentang, wortel, lobak, kubis bunga, bit, dan berbagai bawang-bawangan. Dataran tinggi Dieng adalah penghasil kentang terluas di Indonesia. Tanaman klembak dan purwoceng adalah tanaman penyegar yang khas Dieng, karena hanya cocok untuk tumbuh di kawasan ini.

pola hidup manusia di dataran tinggi dieng adalah